Pandemi COVID-19 yang masih belum berakhir memang memberikan dampak dalam berbagai sektor. Pembatasan sosial yang dilakukan untuk menekan penyebaran virus yang kemudian menekan sektor pariwisata di tanah air. Meskipun beberapa obyek pariwisata sudah dibuka, namun aktivitas pariwisata tidak langsung bangkit kembali karena jumlah wisatawan yang masih sangat terbatas. Di sinilah peran pemerintah daerah dalam merancang berbagai kegiatan promosi yang inovatif dan aman untuk kembali membangkitkan sektor pariwisata.
Seiring berjalannya pandemi COVID-19, muncul berbagai cara baru dalam berkegiatan. Misalnya, melakukan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) hingga rapat dengan rekan-rekan kantor menggunakan konferensi video. Kemudian, dalam perkembangannya muncul juga cara-cara baru penggunaan teknologi dalam bidang pariwisata. Kemajuan teknologi dari sisi digital dalam bidang pariwisata di tengah pandemi adalah munculnya pemikiran tur virtual.
Tur virtual atau virtual tour kini semakin populer diselenggarakan pada masa pandemi COVID-19 ini berlangsung dan semakin diterima oleh semua kalangan serta kelompok usia. Direktur Aplikasi dan Tata Kelola Ekonomi Digital Kemenparekraf, Muhammad Neil El Himam mengatakan, belum ada perusahaan rintisan yang khusus menyelenggarakan tur virtual. “Jadi, mereka masih menggunakan platform-platform sendiri, mungkin Zoom, Google Meet dan sebagainya,” ujar Neil di acara konferensi pers virtual Kemenparekraf Buka Baparekraf for Startup (BEKUP) 2020.
Selain itu, menurut Neil, dengan kondisi yang dihadapi seperti sekarang orang-orang yang berkecimpung di bidang pariwisata harus berani memikirkan cara lain. Misalnya, setiap tahun anak-anak sekolah melakukan study tour. Namun karena pandemi Covid-19, study tour secara fisik tidak mungkin bisa dilaksanakan. Kendati demikian, ada peluang baru yang bisa muncul, yakni virtual study tour.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio pun mendukung inovasi menggairahkan pariwisata di tengah pandemi COVID-19 lewat tur virtual sebagai ajang promosi sembari menanti perbatasan negara dibuka untuk turis. Wishnutama mengatakan, pandemi COVID-10 mempercepat proses digitalisasi dan dia mendorong industri serta masyarakat untuk memanfaatkan teknologi dalam menciptakan konten menarik agar bisa jadi alternatif bagi wisatawan yang rindu menjelajahi Indonesia. Beliau juga memikirkan, seharusnya pariwisata itu bisa seamless, kalau perlu tanpa memikirkan sesuatu.
Kemudian, Traveloka bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf) meluncurkan inovasi Tur Virtual dari Online Xperience, solusi untuk memperoleh pengalaman seru, interaktif, dan penuh inspirasi di beragam destinasi wisata tanah air yang indah tanpa meninggalkan rumah. Traveloka juga bekerja sama dengan PT Atourin Teknologi Nusantara (Atourin), perusahaan teknologi yang menyediakan jasa daring dan luring di sektor pariwisata, termasuk pengembangan konten
Reza Permadi selaku COO dan Co-Founder Atourin mengatakan bahwa inovasi virtual tourism merupakan salah satu solusi untuk membantu pemandu wisata yang tidak dapat bekerja selama pandemi COVID-19. Virtual tour juga dapat memberikan informasi terkait lokasi wisata di daerah agar calon wisatawan dapat memperoleh informasi untuk merencanakan perjalanan mereka.
![]() |
| Virtual Tour ke Museum Konferensi Asia Afrika |
![]() |
| Virtual Tour ke Museum Manusia Purba Sangiran |
Dengan adanya inovasi berupa Virtual Tour, besar harapan nantinya dapat mendongkrak kembali sektor pariwisata di Indonesia yang sempat turun diakibatkan dampak dari pandemi COVID-19. Promosi pariwisata Indonesia harus tetap digencarkan meski turis mancanegara belum bisa berkunjung, hal yang juga dipraktikkan oleh negara lain yang sudah berpromosi saat ini. Sehinga, saat semua sudah kembali normal pasca pandemi, pariwisata akan kembali pulih tanpa perlu waktu yang lama.
Sumber:
https://www.republika.id/posts/8463/hadirkan-sensasi-%E2%80%98liburan%E2%80%99-melalui-teknologi




0 komentar:
Posting Komentar